• 29

    Apr

    Dokumen PDF Harus Dapat Dicetak

    Dokumen-dokumen yang digunakan pada e-procurement umumnya berupa file PDF. File PDF memiliki fitur yang mencegah dokumen untuk dicetak/print. Bagi para panitia/ULP maupun penyedia, ketika Anda membuat dokumen PDF pastikan agar dokumen dapat dicetak. Pencetakan dokumen seringkali dilakukan oleh penyedia.
  • 26

    Nov

    Kasus Pengadaan: Pemaketan yang Salah

    Beberapa minggu yang lalu saya rapat dengan Pak Setya Budi, ketua ULP LKPP, dengan PPK dari sebuah kementerian. Pak Setya Budi memilikibanyakpengalaman tentang pengadaan termasuk menjadi saksi ahli kasus-kasus pengadaan. PPK tersebut meminta pendapat LKPP tentang kasus pengadaan yang terjadi di instansinya. Kasusnya adalah PPK tidak mau menyetujui hasil evaluasi yang dilakukan panitia pengadaan. Namun ternyata ada isu lain yang cukup mendasar terkait dengan pemaketannya. Lelang tersebut adalah pengiriman beberapa jenis barang (kapal polyethelene, buku, alat-alat kesehatan, laptop, dan printer) ke beberapa daerah. Ada dua catatan tentang lelang ini. Paket Pengiriman Dapat Dipecah Menurut Karakter Barang yang Dikirim Buku, laptop, dan printer memiliki karakter yang sama sehingga semua jasa
  • 16

    Sep

    Memaketkan Pekerjaan Dengan Tepat

    Salah satu pekerjaan penting sebelum melakukan lelang adalah pemaketan pekerjaan. Salah satu manfaat dibentuknya ULP (Unit Layanan Pengadaan), dibandingkan dengan panitia yang berada satker-satker, adalah memudahkan pemaketan pekerjaan. Dengan terpusatnya proses pengadaan pada satu unit maka ULP dapat mengelompokkan paket-paket pekerjaan yang sama dari beberapa unit kerja. Paket-paket pekerjaan yang sama akan disatukan sehingga menjadi paket pekerjaan yang spesifik dan tentunya dengan nilai yang lebih besar. Paket pekerjaan yang spesifik membawa implikasi bahwa penyedia barang/jasa yang mengikuti lelang benar-benar memiliki keahlian spesifik di bidang tersebut. Jika paket pekerjaan tidak spesifik, maka banyak makelar yang memasukkan penawaran dan bukan penyedia barang/jasa sesungguhnya. S
  • 11

    Feb

    Batas Akhir Upload Penawaran Jangan Terpusat di Tanggal Tertentu

    Sekali lagi saya ingin membahas masalah waktu upload dokumen. Tulisan sebelumnya berisi saran kepada panitia agar batas akhir upload penawaran di malam hari. Cara lain untuk mencegah menumpuknya aktifitas upload penawaran oleh penyedia pada waktu tertentu adalah dengan mendistribusikan batas waktu penawaran. Sebagian panitia pengadaan, umumnya konstruksi, memiliki sejumlah paket dengan jadual yang sama. Pada lelang konvensional, hal ini cukup lazim dan memudahkan bagi panitia untuk memproses pengadaan tersebut. Katakanlah ada 60 paket pekerjaan konstruksi yang dilelang bersamaan. Proses aanwijzing berlangsung pada saat bersamaan di tempat yang sama. Waktu pemasukan penawaran untuk 60 paket tersebut juga pada hari dan jam yang sama. Praktek tersebut tidak dapat diterapkan pada lelang seca
  • 10

    Feb

    Batas Akhir Upload Penawaran Sebaiknya di Malam Hari

    Lelang secara online tidak memiliki batasan waktu, berbeda dengan lelang konvensional. Batasan pada lelang secara elektronik adalah kapasitas bandwidth internet. Pada lelang konvensional, kebiasaan yang selama ini berkembang adalah panitia menetapkan batas akhir penawaran pada jam kerja, katakanlah jam 10 pagi. Lima belas menit berikutnya diikuti dengan pembukaan penawaran dengan dihadiri oleh peserta lelang. Praktek yang lazim terjadi adalah peserta pengadaan datang ke kotak pemasukan penawaran, beberapa menit sebelum waktu habis. Praktek semacam ini tidak bisa diterapkan pada e-procurement. Upload dokumen penawaran memerlukan waktu yang tidak sedikit dan sangat tergantung dengan jumlah peserta ukuran dokumen bandwidth internet tempat peserta melakukan upload bandwidth internet
-

Author

Follow Me