• 24

    May

    Branding LPSE

    Ini cerita dari rekan saya yang mengelola portal berita. Konon para pucuk pimpinan perusahaan memutuskan untuk mengganti tampilan portal (komposisi warna, tata letak, dll). Namun ketika mereka lewat di Bandara Changi, Singapura, penggantian tampilan portal dibatalkan. Alasannya sederhana, mereka melihat komputer-komputer yang disediakan untuk publik di bandara tersebut, menampilkan website portal tersebut. Meskipun terlihat dari jauh, bisa dipastikan dari komposisi warna dan tata letak, bahwa itu website detik.com. Akhirnya, tampilan yang muncul sejak akhir tahun 90′an itu tetap dipertahankan untuk menjaga branding. Di awal lahirnya, LPSE dikelola sebagai layaknya produk yang memiliki branding. Salah satu branding dibentuk dengan memperkenalkan logo sarang lebah. Begitu logo ini dis
  • 10

    May

    WB Institute: Eprocurement Learning Series (#1)

    Tanggal 6 Mei 2011 kami diundang oleh World Bank Institute untuk mengisi salah satu sesi e-learning. Acara tersebut diselenggarakan di Pasca Sarjana Universitas Indonesia - Salemba Jakarta. Sabagai moderatornya adalah World Bank Institute yang berada di Washington. Sementara itu ada audience di 5 negara lain yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, serta Vietnam. Masing-masing negara diminta presentasi selama 20 menit tentang perkembangan e-procurement di negara masing-masing. Indonesia, yang diwakili oleh LKPP, tampil pada urutan pertama. Mungkin karena urutan alfabet semata. Berikut ini catatan saya tentang perkembangan e-procurement di negara-negara tersebut: 1. Malaysia E-procurement di Malaysia dilakukan secara terpusat di http://www.eperolehan.gov.my. Mereka menyebutnya e-pe
  • 16

    Nov

    Spesifikasi Hardware Server LPSE

    Beberapa orang menanyakan kepada saya tentang spesifikasi Server untuk LPSE. Ada juga yang menanyakan total besarnya biaya yang diperlukan untuk mendirikan satu LPSE. Jawaban saya, untuk mendirikan LPSE sebenarnya hanya perlu SPPD untuk perjalanan dinas tim yang akan mengelola LPSE. Selebihnya, tentang server, PC, dan internet bukan merupakan hal yang mutlak. Kekurangan perangkat keras bukanlah sebuah halangan untuk mendirikan LPSE. Di beberapa instansi, sebuah PC pun digunakan sebagai server LPSE. Jika memungkinkan, seyogyanya instansi mempersiapkan minimal satu unit server kelas low entry dengan harga 20-50 juta rupiah dengan spesifikasi kira-kira: Memory: 4 GB Hardisk: 300 GB Processor: 2 core Jangan lupa, belilah server yang menggunakan OS Linux atau yang tanpa OS. Jangan mem
  • 12

    Jul

    Inaproc & Pengumuman Lelang di Media Cetak

    Pada Rapat Koordinasi LPSE Nasional yang diselenggarakan akhir Maret 2010 kami telah memperkenalkan Inaproc atau Portal Pengadaan Nasional. Portal ini diharapkan dapat menggantikan fungsi media cetak sebagai tempat pengumuman lelang yang bernilai di atas 1 milyar rupiah. Hingga saat ini, Inaproc masih berisi pengumuman lelang eproc sementara lelang yang non eproc jumlahnya sangat sedikit. Sebenarnya kami telah mempersiapkan SPSE dengan modul Inaproc. SPSE dengan Modul Inaproc Pada SPSE versi 2.3.1 yang akan dirilis, di dalamnya berisi juga modul Inaproc. Instansi dapat menginstall SPSE tersebut terlepas mereka akan menerapkan eproc atau tidak. Jika tidak menerapkan eproc, SPSE dapat difungsikan hanya sebagai pengumuman lelang konvensional. Pengumuman ini akan di-agregrasikan ke Inaproc se
  • 14

    Jun

    Kunjungan Koica (Korean International Corporation Agency)

    Beberapa minggu yang lalu ada kunjungan dari Koica -Korean International Coorporation Agency.Delegasi mereka ada 6 orang termasuk seorang penerjemah. Seorang dari mereka merupakan perwakilan Koica sementara 4 yang lainnya sepertinya konsultan. Agenda mereka selama satu minggu di Indonesia adalah melakukan assesment tentang progres eproc di Indonesia. E-procurement di Korea jauh berbeda dengan di Indonesia. Secara de-facto, Koneps (e-procurement di Korea) merupakan model yang paling baik di dunia. Mereka sudah menerapkannya sejak tahun 2002; artinya telah berusia 8 tahun. Sementara, LPSE masih berusia 3 tahun. E-procurement di Korea Selatan secara terpusat hanya ada satu sistem untuk seluruh instansi pemerintah. Sistem mereka sudah full online dan telah terhubung dengan perijinan, perpaja
  • 18

    Feb

    Organisasi LPSE terpisah dengan Panitia Pengadaan/ULP

    Sejak awal, LPSE didesain sebagai unit yang terpisah dengan panitia pengadaan/ULP (Unit Layanan Pengadaan). Hal ini untuk menjamin independensi LPSE terhadap proses pengadaan. LPSE hanya berfungsi sebagai operator teknis dan tidak terlibat dalam pengadaan. Dari sudut pandang LPSE, semua PPK, Panitia, penyedia, dan publik dianggap sebagai pengguna dengan perlakuan yang sama. Tidak ada pengelola LPSE yang menjadi anggota panitia pengadaan. LPSE memberikan training kepada panitia maupun penyedia.
-

Author

Follow Me