• 25

    May

    Desentralisasi Sistem LPSE

    Sistem LPSE diimplementasikan dengan prinsip terdistribusi/desentralisasi (berbeda dengan konsep SEPP dari Depkominfo yang terpusat). Setiap instansi memiliki server LPSE sendiri dengan alamat situs sendiri. Instansi juga bertanggung jawab terhadap operasional teknis LPSE meliputi: koneksi internet keamanan jaringan dan website Hingga Mei 2009, hampir 20 instansi telah menerapkan LPSE (lihat www.lkpp.go.id). LKPP menggunakan pendekatan desentralisasi karena Sebagian besar pengguna (panitia maupun penyedia barang/jasa) berada di cakupan geografis terbatas. Sebagai contoh, pengadaan barang untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan diikuti oleh perusahaan yang berdomisili di Provinsi DIY dan sekitarnya. Meskipun secara teknis website LPSE bisa diakses dari mana saja, namun s
  • 25

    May

    Implementasi Sistem LPSE: Voluntarily

    LKPP mengembangkan sistem LPSE secara in house oleh tim permanen yang dibentuk LKPP. Tim ini yang memberikan dukungan teknis dalam hal implementasi maupun pemeliharaan sistem. Jika Anda cermati proyek-proyek TI yang dikembangkan pemerintah, tidak sedikit (jika tidak ingin mengatakan lumrah), yang sekedar menghabiskan anggaran. Pada saat implementasi LPSE di beberapa provinsi, sering kami mendapat cerita bahwa pemerintah pusat (Departemen) membuat proyek untuk diimplementasikan di Dinas. Sering juga dinas diharuskan menyediakan server, software, bahkan tenaga teknis untuk implementasinya. Tak jarang, proyek itu mangkrak karena tidak ada anggaran untuk implementasi di level provinsi/kabupaten. LPSE dikembangkan tidak dengan prinsip sepert ini. Implementasi LPSE secara sukarela/voluntarily&
Prev -

Author

Follow Me