• 13

    Jun

    World Bank E-Learning Series: Framework Agreement

    Jum’at lalu merupakan pertemuan ke-6 dari E-Learning Series on E-Procurement. Ada dua topik yang dibahas yakni 1. Framework Agreement 2. Standard & Security in E-Procurement Poin nomor dua tidak begitu menarik karena LPSE telah menerapkannya. Yang menarik adalah pembahasan tentang Framework Agreement (FA). Indonesia telah memulai penerapan FA pada pengadaan kendaraan bermotor. FA merupakan solusi yang sangat tepat untuk pengadaan yang bersifat rutin dan dalam jumlah besar. FA dapat digunakan untuk pengadaan mobil (seperti yang telah diterapkan), ATK, obat untuk rumah sakit, koneksi internet. FA tidak dapat digunakan untuk pekerjaan konstruksi karena sifatnya sangat spesifik. Penerapan FA yang tepat dapat mendorong pemerintah mendapatkan harga yang sangat rendah. Pemerintah juga
  • 22

    Nov

    Interkoneksi Pada E-Catalog

    Bisnis proses e-purchasing/e-catalog lebih sederhana daripada e-tendering. Namun demikian, teknis e-catalog memiliki kompleksitas yang lebih tinggi daripada e-tendering. Beberapa hal yang menjadi kompleksitas sistem ini adalah: Distribusi Data Katalog dari Katalog Pusat di LKPP ke Semua LPSE Data katalog relatif jarang mengalami perubahan. Untuk mempercepat akses bagi para pengguna LPSE, data ini harus berada di server LPSE. Sementara itu, data katalog diisikan oleh ATPM (pabrikan mobil) yang berada di Jakarta ke web Katalog LKPP. Data ini harus didistribusikan dari LKPP ke seluruh LPSE. Mekanisme distribusi data ini cukup rumit mengingat ada ratusan server LPSE dengan kondisi jaringan yang sangat bervariasi. Penyebaran Permintaan Penawaran dari ULP ke Para Dealer Sistem e-purchasing yan
  • 18

    Oct

    Arsitektur Teknis E-Purchasing

    Tulisan ini merupakan lanjutan catatan pengembangan e-catalog. Desain umum e-purchasing/e-catalog yang dibuat oleh tim ITB telah memasuki akhir. Aspek-aspek yang mesti digarap masih cukup banyak, antara lain: 1. Arsitektur teknis 2. Desain sistem secara rinci 3. Regulasi 4. Tata kelola 5. Strategi implementasi Tulisan kali ini fokus pada arsitektur teknis e-catalog. Pasal 110 Perpres 54 tahun 2010 menyebutkan bahwa LKPP menyelenggarakan katalog elektronik (e-catalog). Secara sederhana dapat ditafsirkan bahwa LKPP memiliki satu server di Jakarta yang berisi katalog barang/jasa seperti yang dimiliki SEPP Depkominfo. Pada tahap awal e-catalog akan terfokus pada kendaraan bermotor. Dari sisi volume, data kendaraan bermotor tidak akan terlalu banyak; mungkin tidak sampai 500 jenis kendaraan.
  • 8

    Oct

    Akses SVN E-Catalog

    Untuk pengembangan e-catalog kami telah menyiapkan akses ke Repository SVN LKPP sebagai berikut: 1. Source code: http://lpse.blogdetik.com/2010/10/08/akses-svn-e-catalogakses-svn-e-catalog/ 2. Dokumentasi Pengembangan: http://116.66.204.133/svn/eproc/Design/E-Catalog%20Design/ Kami telah membuat user account untuk akses ke sana yaitu: budi, noviardi, khairu, mudjahidin, nisfu, khakim.
  • 7

    Oct

    Workshop #6 E-Catalog di Surabaya

    Pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2010, LKPP menyelenggarakan workshop ke-6 E-purchasing/e-catalog di Surabaya. Pada workshop ini hadir perwakilan dari Gaikindo, ITB, ITS, Pemerintah Kota Surabaya, serta Universitas Diponegoro. Pertemuan kali ini merupakan kick off meeting untuk mempresentasikan desain sistem yang telah dikembangkan oleh tim ITB. Desain ini merupakan kristalisasi beberapa kali diskusi dan workshop yang dilakukan sebelumnya. Materi workshop dapat didownload di sini.
  • 27

    Sep

    Merintis E-Catalog

    Seperti diberitakan di website LKPP, pemerintah akan mengembangkan sistem e-purchasing/e-catalog. Pada pengembangan e-purchasing ini LKPP menggandeng beberapa ahli, salah seorang pakar Logistik yaitu Prof. Senator Nur Bahagia, kepala Pusat Pengkajian Logistik dan Rantai Pasok. Sejak pertengahan tahun 2010 telah telah diselenggarakan serangkaian pertemuan dalam rangka pengembangan e-purchasing ini. Dari sisi penyedia barang/jasa, LKPP mengundang pula Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sebagai counterpart. Dari berbagai pembahasan awal dapat diambil satu kesimpulan bahwa sistem e-purchasing/e-catalog sangat tergantung dengan jenis barang/jasa dan tidak dapat dibuat satu model umum. Untuk mendefiniskan model dari satu produk kita harus benar-benar memahami model bisnis
-

Author

Follow Me