• 24

    Jun

    LPSE dan Tenaga TI Putra Daerah

    Salah satu tantangan besar pengembangan LPSE yaitu ketersediaan SDM Teknologi Informasi yang cukup. Pepres 54/2010 mewajibkan pendirian LPSE di setiap kab/kota/provinsi memiliki tujuan untuk meningkatkan ‘melek TI’ di seluruh pelosok Indonesia. Sebenarnya SDM TI Indonesia sangat bisa diandalkan untuk mengelola LPSE. Tantangannya yaitu, apakah SDM tersebut ada di daerah setempat? LPSE merupakan salah satu ‘daya tarik’ agar putra daerah yang menuntut ilmu di kota besar agar dapat kembali ke daerah asal karena di kampung halamannya untuk memajukan TI di sana. Saya terinspirasi dengan tulisan Dahlan Iskan tentang kondisi listrik di Wamena. Dalam skala yang lebih kecil, LPSE dapat menggunakan pendekatan serupa.
  • 18

    Jun

    Akhirnya Ada yang Memahami Distributed System LPSE

    Minggu lalu ada konsultan dari USA datang ke kantor untuk melakukan assessment sistem LPSE. Fabian, nama konsultan tersebut, sepertinya memiliki latar belakang software development yang cukup kuat. Dari sekian banyak orang mempertanyakan sistem terdistribusi, baru Fabian ini yang dapat dengan mudah memahami pendekatan distributed system yang diterapkan pada LPSE. Pada Rapat Koordinasi ke-6 LPSE Nasional yang diselenggarakan pada 7-9 Juni 2011, LKPP mengundang Johnny Swandi Sjam mantan Direktur Utama Indosat yang saat ini menjabat komisaris PT Telekomunikasi Indonesia. Pada awalnya, beliau juga belum bisa memahami pendekatan distributed system ini. Mengapa tidak menggunakan cloud computing yang sekarang ini telah lazim digunakan? Begitu pertanyaan yang muncul. Pak Johnny memberikan arahan
  • 7

    Jun

    Desentralisasi LPSE Merupakan Pilihan Tepat

    Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan dari Minahasa Tenggara. Apakah bisa LPSE dengan VSAT karena Speedy di daerah kami sering putus karena kabel Telkom tertimpa pohon. Hemm… Ada 2 poin menarik di sini 1. Pilihan akses hanya ada dua, Telkom Speedy dan VSAT. 2. Jaringan internet masih rentan terhadap peristiwa alam. Saya tidak tahu berapa bandwidth speedy di Minahasa Tenggara. Menurut situs Telkom Speedy, mereka menyediakan layanan hingga 1 Mbps di Indonesia timur. Namun angka ini berlaku hanya sampai Broadband Remote Access Server (BRAS). Saya tidak begitu paham definisi BRAS. Namun untuk kasus ini, sepertinya BRAS berada di ibu kota kabupaten Minahasa Tenggara. Artinya 1 Mbps hanya dijamin untuk dalam kota. Sementara itu dari Minahas Tenggara ke internet domestik tentunya
  • 26

    Nov

    Sebaiknya Memiliki Sistem LPSE Sendiri

    Setelah berjalan hampir 3 tahun, para pengelola LPSE telah memiliki pemahaman yang sangat baik. Dulu saya sempat sedikit khawatir dengan beberapa instansi karena progresnya waktu itu cukup lambat. Setelah tender perdana, perlu waktu beberapa bulan untuk meluncurkan tender-tender eproc berikutnya. Namun ternyata, pada rakor ke-5 ini saya sudah melihat hal yang berbeda. Desentralisasi pengelolaan TI telah membuat mereka belajar, atau terpaksa belajar mengelola TI. Ada salah satu pemerintah provinsi yang telah mengelola LPSE cukup lama. Kabupaten/kota di provinsi tersebut belum ada yang memiliki LPSE. Dengan keluarnya Perpres 54/2010, mereka mulai tergerak untuk melaksanakan eprocurement. Mereka (kab/kota) ingin melaksanakan eprocurement melalui LPSE Provinsi. Pengelola LPSE Provinsi terseb
-

Author

Follow Me