Review Inaproc (September 2011)

15 Sep 2011

Kuartal ke-4 tahun ini, kantor fokus pada review sistem-sistem yang telah ada. SPSE versi 3 telah beberapa kali direview untuk pengembangan versi 4. Sistem lain: Smart Report dan Inaproc juga direview untuk meningkatkan kualitas.

Untuk review Inaproc, LKPP mengundang beberapa LPSE antara lain Kementerian Kesehatan, Universitas Negeri Makasar (UNM), Kementerian Perumahan Rakyat, serta beberapa pejabat LKPP lainnya. Pak Bima, Deputi II LKPP juga hadir membuka acara Review Inaproc yang diselenggarakan 15-16 September 2011 di Jakarta.

UNM kami ajak untuk melihat perspektifnya sebuah LPSE yang banyak mendapat ‘tumpangan’ pengumuman maupun proses lelang e-proc. Masukan penting dari LPSE UNM antara lain
1. Keterbatasan akses internet di berbagi Kabupaten di Sulawesi. Akhirnya LPSE UNM terpaksa harus menerima data berupa file yang harus diketikkan staf LPSE. Padahal pada desain kami, Panitia/ULP sendiri yang harus mengisikan data tersebut di web LPSE.
2. Harapan akses melalui ponsel atau perangkat mobile sejenisnya.

Pak Bima memberi masukan dari sudut pandang pengguna awam. Beliau sebagai pengguna awam agak sulit ketika akan mencari lelang di Inaproc. Pengurutan provinsi berdasarkan abjad juga berbeda dengan kelaziman yang berlaku. Umumnya, orang mengurutkan provinsi seperti standar BPS.

Arsitektur LPSE yang tidak terlalu ketat terhadap hiarki organisasi memberikan kemudahan akses bagi instansi-instansi di daerah. Satu kabupaten di Sulawesi misalnya, tidak difasilitasi oleh Provinsinya untuk mengumumkan lelang di LPSE. Oleh karena itu, kabupaten tersebut mengumumkan lelangnya di LPSE LKPP. Secara regulasi ini telah memenuhi syarat. Namun ternyata, cara Inaproc menampilkannya menyebabkan data tersebut masuk kelompok Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan PR kami di pengembangan untuk membuat tampilan yang lebih mudah.

Pak Bima juga menyarankan agar adanya fasilitas pencarian pintar. Penyedia yang ingin searching “seragam dinas” misalnya perlu diberi saran kata kunci lain yang serupa; misal “pakaian seragam”, “pakaian dinas”, “baju dinas”. Ide yang pintar, namun kayaknya agak sulit secara teknis. Oke Pak, ntar kami cari teknologinya.


TAGS


-

Author

Follow Me