WB Institute: Eprocurement Learning Series (#2)

18 May 2011

Saya hadir kembali pada sesi kedua E-Procurement Learning Series yang berlangsung di Universitas Indonesia - Salemba. Sesi kali ini menampilkan presentasi E-Procurement dari Mexico serta Karnataka, sebuah provinsi di India.

Di Mexico, e-procurement diselenggarakan oleh melalui Compranet. Perjalanan mereka sudah cukup panjang karena telah dimulai sejak era 95′an. E-Procurement didasari oleh komitmen presiden untuk melakukan reformasi birokrasi. E-procurement digagas oleh grup yang dibentuk dari berbagai unsur. Lagi-lagi, sistem ini berbentuk terpusat dan untuk pengadaan di tingkat federal. Pada awalnya, implementasi dilakukan secara low profile di mana tidak dilakukan secara masif. Regulasi juga muncul belakangan ketika sistem e-procurement telah siap. Di awal implementasi, vendor mendapat insentif berupa pengurangan pajak 7-15% bagi proyek-proyek yang didapat melalui e-procurement. Pendekatan ini cukup menarik dan saya belum pernah mendengar sebelumnya.

Sementara itu, Karnataka merupakan salah satu provinsi di India. E-procurement di sana dilakukan melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP), yaitu oleh Hewlett Packard. Setiap penyedia yang memasukkan penawaran dikenakan biaya 10-120 USD. Pengelola sistem mendapatkan 95% dari biaya ini untuk pengelolaan sistem. Sementara itu pemerintah mendapatkan fee 5%. Unit kerja vertikal dari pemerintah pusat/federal juga memanfaatkan layanan ini untuk melakukan tender. Jaminan penawaran, hard copy, disampaikan kepada panitia lelang sebelum pembukaan penawaran.


TAGS


-

Author

Follow Me