Interkoneksi LPSE dan Sistem Perpajakan

28 Dec 2010

Kuartal keempat tahun 2010 kami berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak(DJP) Kementerian Keuangan. Ada kebutuhan baik LKPP mupun DJP untuk membuka interkoneksi data antara LPSE dan sistem DJP. Interkoneksi ini terjalin melalui data NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Manfaat yang didapat antara lain:

  1. Verifikasi NPWP di LPSE dapat dilakukan secara langsung ke sistem Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini akan menghindari kesalahan yang mungkin terjadi. Selain itu, LPSE akan mendapat jaminan tidak ada NPWP fiktif.
  2. Verifikasi pembayaran pajak oleh penyedia barang/jasa. Mereka cukup memasukkan nomor bukti pembayaran pajak. LPSE akan mengecek ke sistem perpajakan DJP tentang validitas nomor bukti tersebut. Penyedia barang/jasa tidak harus mengupload bukti pajaknya.
  3. DJP akan mendapatkan data nama-nama perusahaan yang telah memenangkan tender dan mendapat kontrak dari pengguna barang/jasa. Data ini dapat menjadi referensi bagi DJP untuk memantau potensi pajak.

Pengembangan sistem ini relatif tidak terlalu rumit. Harapan saya paling lambat di pertengahan tahun 2011 interkoneksi ini telah dapat dioperasikan bersamaan dengan update SPSE versi berikutnya. Verifikasi NPWP terhadap penyedia barang/jasa akan langsung dihubungkan dengan DJP.


TAGS Pengembangan


-

Author

Follow Me