Sebaiknya Memiliki Sistem LPSE Sendiri

26 Nov 2010

Setelah berjalan hampir 3 tahun, para pengelola LPSE telah memiliki pemahaman yang sangat baik. Dulu saya sempat sedikit khawatir dengan beberapa instansi karena progresnya waktu itu cukup lambat. Setelah tender perdana, perlu waktu beberapa bulan untuk meluncurkan tender-tender eproc berikutnya. Namun ternyata, pada rakor ke-5 ini saya sudah melihat hal yang berbeda.

Desentralisasi pengelolaan TI telah membuat mereka belajar, atau terpaksa belajar mengelola TI. Ada salah satu pemerintah provinsi yang telah mengelola LPSE cukup lama. Kabupaten/kota di provinsi tersebut belum ada yang memiliki LPSE. Dengan keluarnya Perpres 54/2010, mereka mulai tergerak untuk melaksanakan eprocurement. Mereka (kab/kota) ingin melaksanakan eprocurement melalui LPSE Provinsi. Pengelola LPSE Provinsi tersebut telah memahami karakteristik eprocurement. Dia menolak keinginan kabupaten tersebut dan meminta mereka agar mendirikan LPSE dan memiliki sistem sendiri. Berdasarkan pengalaman dalam mengelola LPSE, kabupaten harus memiliki LPSE sendiri karena:

  1. Jarak dari kabupaten ke ibukota provinsi cukup jauh, ada yang 5 jam perjalanan, ada yang berjarak hingga 700 kilometer.
  2. Menjadi beban sekaligus batasan jika penyedia barang/jasa harus datang ke ibu kota provinsi yang jaraknya jauh.
  3. Infrastruktur internet masih terbatas dan mahal. Upload penawaran ke LPSE provinsi tidak mungkin dilakukan dengan kondisi seperti ini.
  4. Pengadaan server sendiri jauh lebih murah daripada mengadakan internet.
  5. Memiliki server sendiri akan memberikan kesempatan mereka untuk belajar mengelola sistem dan memberikan layanan TI.

LPSE tersebut telah berhasil mengadopsi TI serta memiliki pemahaman yang benar.Di satu sisi, ada LPSE Provinsi yang menerima ‘titipan’ paket dari kabupaten-kabupaten di bawahnya sejak 1 tahun yang lalu. Secara infrastruktur IT memang memungkinkan. Model ‘titipan’ ini dimaksudkan untuk mempercepat adopsi di kabupaten tersebut. Sebenarnya model seperti ini tidak bisa dilakukan secara terus-menerus. Kalau jumlah paket sudah lebih dari seratus sudah seharusnya untuk spin off atau memisahkan diri. Namun ternyata, kabupaten-kabupaten tersebut sudah ‘keenakan’ titip.


TAGS


-

Author

Follow Me