Kasus Pengadaan: Pemaketan yang Salah

26 Nov 2010

Beberapa minggu yang lalu saya rapat dengan Pak Setya Budi, ketua ULP LKPP, dengan PPK dari sebuah kementerian. Pak Setya Budi memilikibanyakpengalaman tentang pengadaan termasuk menjadi saksi ahli kasus-kasus pengadaan. PPK tersebut meminta pendapat LKPP tentang kasus pengadaan yang terjadi di instansinya. Kasusnya adalah PPK tidak mau menyetujui hasil evaluasi yang dilakukan panitia pengadaan.

Namun ternyata ada isu lain yang cukup mendasar terkait dengan pemaketannya. Lelang tersebut adalah pengiriman beberapa jenis barang (kapal polyethelene, buku, alat-alat kesehatan, laptop, dan printer) ke beberapa daerah. Ada dua catatan tentang lelang ini.

Paket Pengiriman Dapat Dipecah Menurut Karakter Barang yang Dikirim

Buku, laptop, dan printer memiliki karakter yang sama sehingga semua jasa ekpsedisi dapat melakukannya. Sementara itu, kapal polyethelene mungkin memerlukan penanganan yang khusus. Bagian-bagian tertentu dari kapal mungkin harus dilepas ketika akan dikirim, dan dirakit kembali ketika sampai di tempat tujuan. Packing terhadap kapal ini mungkin juga memerlukan material khusus.

Sementara itu alat kesehatan memiliki karakter yang berbeda pula. Mungkin di dalamnya ada barang tertentu yang harus dikirim dengan cold storage; reagen kimia, vaksin, atau obat. Mungkin juga ada alat-alat kesehatan yang perlu perakitan ketika sampai di tempat tujuan.

Dengan menjadikan barang-barang tersebut menjadi satu paket, ada kemungkinan paket tersebut tidak diminati penyedia jasa. Jasa ekspedisi reguler dapat mengirim laptop, printer, dan buku namun tidak dapat mengirim kapal karena memerlukan penanganan khusus. Jika paket pengadaan ini dipecah menurut jenis barang bisa didapat penyedia yang spesifik sehingga pengiriman dapat dilakukan dengan baik.

Point of Delivery Pada Pembelian Barang

Hal yang patut disoroti juga adalah, mengapa pembelian barang-barang tersebut tidak termasuk pengirimannya? Ini sebenarnya kesalahan yang cukup mendasar. Ternyata barang-barang yang dikirim tadi merupakan pengadaan tahun 2009. Artinya, telah menumpuk selama satu tahun. Waktu itu pengirimannya menjadi paket pengadaan yang tersendiri dan ternyata belum dianggarkan di tahun 2009.

Harusnya pengiriman barang dapat disatukan dengan pengadaan barangnya. Pengadaan kapal dengan menyebutkan bahwa kapal dikirim ke Merauke, Ambon, dan Banda Aceh misalnya. Dengan tertundanya pengiriman barang selama satu tahun telah terjadi banyak kerugian

  1. Selama satu tahun barang mubazir, sia-sia berada di gudang.
  2. Barang berpotensi mengalami kerusakan selama disimpan. Seperti kita tahu, meskipun tidak dipakai mesin harus dipanasi secara berkala agar tidak rusak.Selama disimpan, siapa yang bertanggung jawab memanasi mesin kapal secara rutin?
  3. Laptop dan perlengkapan IT secara umum merupakan barang yang cepat ketinggalan jaman. Artinya pengguna perlatan tersebut terpaksa menggunakan komputer ‘keluaransatu tahun yang lalu’
  4. Jika di dalam alat kesehatan ada barang atau bahan yang memiliki kadaluarsa, bisa jadi setelah tertunda satu tahun akhirnya menjadi sampah.


TAGS Pengadaan Kasus


-

Author

Follow Me