Interkoneksi Pada E-Catalog

22 Nov 2010

Bisnis proses e-purchasing/e-catalog lebih sederhana daripada e-tendering. Namun demikian, teknis e-catalog memiliki kompleksitas yang lebih tinggi daripada e-tendering. Beberapa hal yang menjadi kompleksitas sistem ini adalah:

Distribusi Data Katalog dari Katalog Pusat di LKPP ke Semua LPSE

Data katalog relatif jarang mengalami perubahan. Untuk mempercepat akses bagi para pengguna LPSE, data ini harus berada di server LPSE. Sementara itu, data katalog diisikan oleh ATPM (pabrikan mobil) yang berada di Jakarta ke web Katalog LKPP. Data ini harus didistribusikan dari LKPP ke seluruh LPSE. Mekanisme distribusi data ini cukup rumit mengingat ada ratusan server LPSE dengan kondisi jaringan yang sangat bervariasi.

Penyebaran Permintaan Penawaran dari ULP ke Para Dealer

Sistem e-purchasing yang akan dikembangkan tidak seratus persen sama dengan pembelian barang online semacam Amazon.com atau Bhinneka.com. Pada kedua situs tersebut harga barang-barang sudah fixed dan tidak ada lagi tawar-menawar. Model semacam ini tidak bisa diterapkan pada konsep e-purchasing LKPP, paling tidak pada e-purchasing kendaraan bermotor. Sistem e-purchasing yang dikembangkan masih memerlukan penawaran oleh dealer namun dipatok adanya “Harga Eceran Tertinggi (HET)”. HET ditentukan di oleh ATPM setelah sebelumnya ada negoisasi dengan LKPP. HET dipastikan akan lebih rendah dari harga resmi kendaraan yang dijual untuk umum. HET akan ditetapkan di setiap kota dan berlaku untuk jangka waktu tertentu.

Setelah menentukan jenis kendaraan yang akan dibeli, ULP mengirimkan permintaan penawaran kepada para dealer. Permintaan ini akan dikirimkan secara broadcast ke dealer-dealer tertentu. Dealer yang dimaksud ini masih belum ditentukan antara pilihan-pilihan berikut ini:

  1. Seluruh dealer seindonesia.
  2. Seluruh dealer di provinsi tempat domisili ULP yang bersangkutan
  3. Seluruh dealer di kota-kota terdekat dengan domisili ULP meskipun berbeda provinsi

atpm-dealer3

Dari ketiga pilihan tersebut, semuanya memerlukan interkoneksi antar-LPSE, serta LPSE dengan Katalog Pusat untuk mengetahui daftar dealer. Perhatikan gambar di atas. Ada 3 LPSE di DKI Jakarta dan 2 di Banten. Dealer A terdaftar di LPSE Kementerian Keuangan sedangkan Dealer B di terdaftar di LPSE Kem Kesehatan.

Jika ULP di Kem Keuangan akan membeli mobil melalui e-catalog maka dia akan mengirimkan permintaan penawaran ke Dealer A dan B yang telah terdaftar di LPSE tersebut. Sementara itu, untuk ULP di LPSE Kemkes permintaan penawaran juga harus dikirimkan ke Dealer A meskipun Dealer tersebut terdaftar hanya LPSE Kem Keuangan. Agar hal ini bisa dilakukan, diperlukan adanya Agregasi Data Penyedia (ADP) melalui Inaproc. ADP memungkinkan seorang penyedia barang/jasa dikenali secara nasional. LPSE Kem Kesehatan akan mengontak Katalog Pusat/Inaproc untuk mengetahui dealer mana saja yang berada di DKI Jakarta.

Dealer Mendapat Informasi Penawaran Melalui Email

Begitu pula yang terjadi untuk pengguna e-catalog di LPSE Kota Tangerang & Prov Banten yang belum ada dealer terdaftar di sana. Dealer A dan B harus mendapat pemberitahuan via email jika ada permintaan penawaran dari kelima LPSE di atas. Mengapa harus via email? Dealer A tidak pernah login di LPSE Kota Tangerang, Diknas, dan Kesehatan karena dia merasa tidak pernah mendaftar di sana. Sangat tidak efisien jika dealer harus login di setiap LPSE untuk mengetahui apakah ada permintaan penawaran di LPSE tersebut. Oleh karena itu, pemberitahuan permintaan penawaran dilakukan melalui email atau mekanisme lain.

Dealer Login Melalui Inaproc

Mekanisme kedua selain email yaitu melalui Katalog Pusat di Inaproc. Khusus untuk e-catalog, login penyedia barang/jasa dilakukan di Inaproc. Di Inaproc terdapat informasi permintaan-permintaan penawaran dari seluruh LPSE. Setelah dealer memilih satu permintaan penawaran maka dia akan diarahkan ke LPSE tempat penawaran tersebut berasal. Pemasukan penawaran dan proses-proses selanjutnya dilakukan di LPSE yang bersangkutan. Meskipun dealer belum terdaftar di LPSE tersebut, sistem ADP memungkinkan penyedia login ke sana.

Dealer Login Di LPSE Mana Saja

Mekanisme ketiga yaitu dealer dapat login di LPSE mana saja. Ini merupakan variasi dari mekanisme sebelumnya: dealer login melalui Inaproc. Melalui ADP, dealer dapat login di LPSE mana saja. Setelah login, LPSE menarik informasi permintaan penawaran dari Inaproc untuk ditampilkan di LPSE tersebut.

Dari ketiga mekanisme tersebut, saya pikir pilihan kedua yang paling baik.


TAGS Arsitektur Pengembangan


-

Author

Follow Me