Implementasi Agregrasi Data Penyedia

16 Oct 2010

Beberapa posting sebelum ini membahas tentang berbagai wacana dan usulan tentang ADP. Pada posting kali ini saya akan mengulas tentang sistem ADP yang dikembangkan. Setelah melalui diskusi dengan beberapa pihak dan LPSE akhirnya kami memutuskan untuk membuat sistem ADP yang terdistribusi.

Pada sistem terdistribusi, data-data penyedia disimpan di setiap server LPSE. Di pusat (LKPP) hanya terdapat data lookup. Penerapan ADP melalui dua tahap, (1) Inisiasi (2) Aktivasi.

1. Inisiasi

Pada tahap ini, satu server LPSE didaftarkan ke Inaproc untuk mengambil data-data penyedia. Pada proses inisiasi ini akan dapat diidentifikasi ‘duplikasi’. Penggabungan dua LPSE atau lebih, (terutama jika di satu kota yang sama) akan menggabungkan data penyedia. Artinya, penyedia yang telah terdaftar di dua/lebih LPSE akan terdeteksi. Selanjutnya, sistem akan menentukan satu User ID tunggal untuk mewakili perusahaan tersebut.

2. Aktivasi

Aktivasi merupakan langkah yang dilakukan oleh penyedia. Penyedia login ke LPSE tempat dia terdaftar. Selanjutya penyedia akan mendapatkan halaman aktivasi. Jika aktivasi dilakukan maka penyedia tersebut dapat melakukan ‘roaming’.

Data-data kualifikasi maupun informasi lelang penyedia tidak ikut ketika roaming. Maksudnya, ketika di satu LPSE $penyedia mengubah data kualifikasi (misalnya ijin usaha, neraca) maka perubahan data itu hanya terjadi di LPSE tersebut. Jika dia akan mengikuti lelang di LPSE lain maka penyedia perlu mengisikan kembali data-data tersebut. Data yang ikut roaming hanya informasi penyedia (alamat, telpon, email) serta password.


TAGS Arsitektur agregasi


-

Author

Follow Me