ADP untuk Sistem Non-SPSE LKPP

16 Oct 2010

Dengan dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010, kabupaten/kota wajib mendirikan LPSE. Secara definisi, LPSE merupakan unit yang melaksanakan pengadaan secara elektronik. Sebelum perpres tersebut ditetapkan, beberapa instansi telah memiliki unit pelaksana pengadaan secara elektronik meskipun tidak bernama LPSE. Di Pemerintah Kota Surabaya misalnya, unit ini bernama Sekretariat E-Procurement. Instansi-instansi lain yang menggunakan sistem e-procurement Kota Surabaya juga menggunakan istilah tersebut. Sekretariat E-procurement ini telah menjalankan fungsi-fungsi LPSE sehingga dapat disebut LPSE.

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dikembangkan LKPP telah digunakan di seratus lebih LPSE memiliki fungsi agregrasi data penyedia (AD). Fungsi ini memudahkan penyedia yang telah terdaftar di satu LPSE sehingga tidak perlu mendaftar di LPSE lain karena User ID yang telah dimiliki dapat digunakan di LPSE lain (kami menyebutnya roaming).

Idealnya, SPSE dan sistem e-procurement yang lain memiliki interoperabilitas sehingga memudahkan penyedia. Artinya, penyedia yang terdaftar di Sistem E-procurement Kota Surabaya atau Kementerian Pekerjaan Umum dapat login di LPSE; begitu pula sebaliknya. Dengan kata lain, User ID penyedia harus dapat roaming antara LPSE dan sistem e-procurement lain.

Proses integrasi antara SPSE dan sistem e-procurement non SPSE dapat dilakukan dengan mekanisme ADP. Dengan adanya ADP, roaming akan dapat berlangsung dengan asumsi bahwa proses verifikasi yang dilakukan kedua sistem disetujui satu sama lain. Namun perlu dicatat bahwa roaming dari/ke sistem non SPSE sebatas otentikasi. Proses lelang dan hal-hal yang terkait dengannya tetap berlaku secara independen. Sebagai contoh, penyedia yang terdaftar di LPSE ITS yang akan mengikuti lelang di E-Procurement Kota Surabaya tetap harus memiliki sertifikat digital. Namun sebaliknya, sertifikat digital yang diterbitkan Kota Surabaya tidak perlu/tidak dapat digunakan di SPSE.

Agar sistem e-procurement Non-SPSE dapat tergabung dalam ADP perlu dilengkapi dengan
1. Halaman aktivasi
2. Pada saat ada penyedia mendaftar, perlu mengecek ke Inaproc untuk mengetahui apakah penyedia tersebut telah terdaftar di Inaproc atau belum.
3. Penggantian password harus melalui sistem ADP.


TAGS Arsitektur agregasi


-

Author

Follow Me