Soal E-Proc, Indonesia Unggul atas Amerika Serikat (Revisi)

13 Jan 2010

MDB (Multi Lateral Development Bank) merupakan asosiasi beberapa Bank Multi Nasional, antara lain World Bank, Asian Development Bank, African Development Bank, dan Inter-American Development Bank. Salah satu inisiatif MDB adalah menggalakkan penggunaan e-procurement di berbagai negara. Berikut ini adalah peta negara-negara pengguna e-procurement di dunia (Diambil dari website MDB EGP).

[kml_flashembed movie="http://www.mdbegp.org/www/Portals/0/mdbeGP_map.swf?xmlurl=http://www.mdbegp.org/www/Portals/0/countries-en.xml&xml2url=http://www.mdbegp.org/www/Portals/0/allcountries-en.xml&textsurl=http://www.mdbegp.org/www/Portals/0/texts-en.xml%22%20quality=%22high%22%20bgcolor=%22#ffffff%22%20pluginspage=%22http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" width="700" height="600" wmode="transparent" /]

Yang cukup mengherankan, banyak negara besar yang tidak/belum menerapkan E-GP (Electronic Government Procurement), antara lain: Amerika Serikat (AS) dan Australia. Patutlah kita berbangga, meskipun di banyak hal Indonesia tertinggal dengan kedua negara tersebut, di bidang E-Procurement, kita lebih unggul.

——————————————————–

Setelah saya teliti lebih lanjut, informasi di MDB EGP kurang akurat. Banyak negara bagian di Amerika Serikat telah menerapkan e-procurement, antara lain:


TAGS


-

Author

Follow Me