Teknis Interkoneksi Data LPSE (4): Desain 2

6 Oct 2009

Berikut ini adalah usulan dari Saudara Said Fauzul yang saya tulis kembali:

Mungkin saya agak memiliki pandangan yg berbeda. Menurut saya, bukanlah permasalah autentikasi dan data user/penyedia yang harus kita perhatikan terlebih dulu, melainkan urut-urutan.

A. Pengumuman lelang

  1. Untuk pengumuman lelang ini, saya kira kita bisa menggunakan konsep desentralisas, di mana ada satu server pengumuman terpusat yang menjadi tempat berkumpulnya semua pengumuman pengadaan dari seluruh LPSE. Mungkin bisa menggunakan metode PUSH, jadi setiap LPSE yang memiliki pengumuman baru, harus mengirimkan atau mem-push data pengumuman tersebut ke server pusat
  2. Data pengumuman yang dikirimkan berupa text base, sedangkan untuk setiap dokumen, hanya diinformasikan link untuk downloadnya saja.
  3. Secara bertahap, keseluruhan LPSE mengambil data pengumuman yang ada di server pusat untuk ditampilkan di website-nya masing (untuk hal ini, kita bisa mengatur kapan waktu pengambilan data pengumuman, misalnya diluar jam sibuk, per-satu hari sekali)

B. Autentikasi dan data user/penyedia

  1. Seluruh user LPSE yang ada di negeri ini harus memiliki satu sertifikat, hal ini untuk menghilangkan kemungkinan user yang memiliki dua account atau lebih untuk keseluruhan LPSE dinegeri ini. Dengan kata lain, seorang penyedia hanya diperkenankan untuk terdaftar di satu LPSE saja.
  2. Untuk autentikasi awal (form login yang digunakan), masing2 penyedia tetap menggunakan form login dari LPSE Home (mengutip istilah mas Andik di Desain 2 point 1)
  3. Setelah login, penyedia sudah akan langsung dapat melihat pengumuman lelang dari seluruh LPSE di negeri ini (point 1 diatas)

C. proses lelang

  1. Penyedia yang akan mengikuti lelang selain di LPSE Home, seolah-olah memberikan perintah kepada LPSE Home untuk mengambil data lelang yang ada di LPSE bersangkutan, saya kira dengan cara demikian jalur komunikasi data juga akan lebih berkurang kesibukannya dibandingkan dengan mengirimkan data penyedia ke LPSE yang bersangkutan, karna satu data lelang ini sudah pasti dapat digunakan oleh lebih dari satu penyedia yang mengikuti lelang yang sama dari LPSE Home yang sama.
  2. Data lelang yang didapatkan oleh LPSE Home ini, di-run oleh LPSE Home seolah-olah lelang tersebut berada pada domainnya.
  3. Selanjutnya LPSE Home dan LPSE yg mengadakan lelang men-sinkronisasi-kan datanya, terkecuali tahap-tahap yang mengharuskan realtime seperti aanwijzing, sinkronisasi dapat dilakukan berdasarkan tahapan lelang/jadwal yang disusun oleh panitia lelang tersebut, misal sinkronisasi dilakukan diakhir setiap tahapan.
  4. Untuk data-data penawaran yang umumnya berukuran yang besar, mohon masukan dari bapak/ibu dan rekans sekalian, apakah perlu dikirimkan ke LPSE yang mengadakan lelang, atau tetap tersimpan di LPSE Home saja, dengan hanya linknya saja yg diberikan ke LPSE yg mengadakan lelang?

D. Pengumuman Pemenang

Mekanisme pengumuman pemenang sama dengan pengumuman lelang, yaitu dengan mem-push pengumuman ke server pusat. Kekurangan dari cara ini, menurut saya:

  1. Jika LPSE home ada gangguan, maka user/penyedia yang mengikuti lelang di LPSE lainnya, tidak dapat melakukan akses ke LPSE tersebut, karena pintu masuknya sedang rusak.
  2. Pada saat-saat tertentu, misal sedang memuncaknya aktifitas lelang pada sebuah LPSE, dan banyak penyedia yang mendaftar dari LPSE yang lain, maka akan memungkinkan terjadinya bottleneck pada LPSE tersebut jika infrastruktur yang digunakan kurang memadai, hal ini bisa terjadi karena waktu sinkronisasi yang saya usulkan pada poin diatas, yaitu pada akhir setiap tahapan.

Kelebihan dari cara ini, menurut saya:

  1. Setiap transaksi yang dilakukan oleh penyedia, selalu dengan LPSE Home-nya sendiri, tidak perlu ada interkoneksi dengan LPSE yang lain, sehingga proses bisa jadi akan lebih cepat (apalagi kalau memanfaatkan bidding room yang ada di LPSE).
  2. Tidak diperlukan adanya server agregator yang besar buat mengumpulkan dan mendistribusikan data yang besar milik penyedia barang/jasa di seantero negeri ini, karena yang dikumpulkan dan didistribusikan hanya data pengumuman lelang saja.
  3. Jika terjadi gangguan pada server pengumuman di pusat, masing LPSE akan tetap dapat menjalankan lelangnya dalam wilayah lokal, sehingga tidak akan menghambat proses pembangunan di negeri ini.
  4. Pertambahan jumlah penyedia yang tersebar di LPSE seantero jagat, tidak akan terlalu membebani kesisteman secara menyeluruh, jika dibandingkan dengan cara mengumpulkan semua data penyedia ke server LPSE pusat.
  5. Pertambahan jumlah LPSE, tidak akan menambah beban yang besar bagi server pusat, karna yang akan menjadi objek agregasi hanya berupa data pengumuman lelangnya saja, sehingga justru akan lebih mempermudah untuk mecapai cita2 pasar pengadaan nasional.


TAGS


-

Author

Follow Me