Teknis Interkoneksi Data LPSE (3): Desain

2 Jun 2009

Tantangan

Tantangan utama interkoneksi adalah konsistensi data. Kasusnya mirip dengan ATM (Automated Teller Machine). Jika kita mengambil uang di ATM A, maka otomatis saldo berkurang. Jika kita lihat di ATM B, maka saldo akan sama persis dengan sewaktu dilihat di ATM A. Sebagai contoh, pada jaringan ATM bersama, satu hari bisa terjadi 170 ribu transaksi. Pada setiap transaksi ATM, volume data yang melintas relatif kecil.

Beberapa hal yang membedakan LPSE dengan ATM

  1. Setiap situs LPSE adalah independen tidak di bawah satu institusi yang memiliki otoritas ke semua LPSE.
  2. Jumlah transaksi per hari tidak sebesar ATM, namun volume data cukup besar.

Desain 1: Terpusat

Dengan memperhatikan fakta dan atasan nomor 3, interkoneksi dapat dibuat dengan membuat satu server pusat data penyedia. Server ini akan dikelola dan menjadi tanggung jawab LPSE Pusat. Server ini hanya menyimpan data penyedia saja tanpa berisi data terkait lelang. Adapun teknisnya sebagai berikut:

  1. Saat penyedia mendaftar di LPSE A, data dari LPSE A akan segera di-update ke LPSE Pusat.
  2. Setiap kali penyedia login di LPSE B, LPSE B akan mengecek ke LPSE Pusat apakah penyedia ini telah terdaftar atau tidak.
  3. Jika LPSE Pusat menyatakan bahwa penyedia X terdaftar maka ia diperbolehkan masuk ke LPSE B. Semua data terkait penyedia X akan digandakan/di-copy ke LPSE B. Setelah Penyedia X menyelesaikan aktifitasnya di LPSE B, semua data penyedia tersebut dikirim kembali ke LPSE Pusat.

Kekurangan desain ini adalah:

  1. Kurang efisien. Pada setiap transaksi yang dilakukan oleh penyedia, terjadi komunikasi dengan LPSE Pusat. Padahal seperti pada fakta dan atasan nomor 2, hanya sedikit penyedia barang/jasa yang mengikuti lelang di LPSE luar kab/kota.
  2. Semakin banyak penyedia barang/jasa serta jumlah LPSE akan menyebabkan perlu resource yang cukup besar di LPSE Pusat, baik berupa perangkat keras maupun bandwidth internet.
  3. Seandainya ada masalah di LPSE Pusat, maka seluruh penyedia yang terdaftar di LPSE tidak dapat login ke LPSE manapun.

Desain 2: Terdistribusi

Dengan mempertimbangkan fakta dan batasan nomor 2, tidak perlu ada LPSE Pusat yang menyimpan data semua penyedia. LPSE Pusat cukup menyimpan informasi di LPSE mana penyedia terdaftar. Desain teknis sebagai berikut:

  1. Penyedia X mendaftar di LPSE A (selanjutnya disebut LPSE home)
  2. LPSE A mengirim informasi ke LPSE Pusat bahwa penyedia X terdaftar di LPSE A.
  3. Saat penyedia X login di LPSE B (selanjutnya disebut LPSE visited), LPSE B menanyakan ke LPSE Pusat apakah penyedia ini telah terdaftar? Jika ya, terdaftar di LPSE mana?
  4. Selanjutnya data penyedia direplikasi dari LPSE A ke LPSE B dan disebut dengan roaming. Istilah roaming diadopsi dari konsep jaringan telepon selular.
  5. Setelah transaksi di LPSE B selesai, perubahan data yang terjadi di LPSE B dikirim kembali ke LPSE A.

Kekurangan sistem desentralisasi:

  1. Jika LPSE home ada gangguan, semua LPSE visited tidak dapat melayani penyedia yang terdaftar di LPSE home tersebut. Hierarkhi organisasi LPSE tidak memungkinkan LPSE visited untuk “memerintahkan” LPSE home memperbaiki sistemnya agar roaming tetap bisa berjalan.
  2. Jika jumlah penyedia di LPSE home banyak yang mengikuti lelang di LPSE-LPSE lain (melakukan roaming), beban jaringan di LPSE home untuk penyediakan data roaming akan cukup besar. Ini bisa jadi mengganggu resource di LPSE primer karena bandwidth mungkin termakan banyak untuk ini. LPSE primer harus memahami hal ini serta harus ada kesepakatan dan kesepahaman jelas antar LPSE home dan LPSE visited. Jika tidak ada kejelasan, bisa saja LPSE home memutuskan roaming ini. Jika menggunakan desain terpusat, roaming terjadi antara LPSE Pusat dengan LPSE-LPSE non Pusat. Sudah menjadi keharusan dan tugas LPSE Pusat untuk menyediakan layanan bagi semua LPSE sehingga ruang lingkup dan tanggung jawab tidak lagi menjadi isu.

Pemilihan Desain

Dengan mempertimbangkan fakta, batasan, serta kedua desain di atas, desain mana yang paling sesuai diterapkan?


TAGS


-

Author

Follow Me